Panduanjerawat.com – Serangan jantung dan maag sering kali disamakan karena gejalanya yang hampir mirip. Namun, kedua kondisi ini memiliki perbedaan yang signifikan. Hal ini diungkapkan oleh ahli Gastroenterologi, Dr. Rajeev Jayadevan, yang menyatakan bahwa maag adalah sensasi terbakar di belakang tulang dada bagian tengah, sedangkan serangan jantung disebabkan oleh kerusakan otot jantung akibat penyumbatan arteri koroner.
Sensasi terbakar pada maag cenderung terjadi setelah makan dan lebih parah saat berbaring, sedangkan nyeri dada pada serangan jantung lebih intens dan disertai keringat dan muntah. Nyeri dada pada serangan jantung juga dapat menjalar ke leher, bahu, atau lengan. Namun, gejala ini sering disalahartikan dan dapat berakibat fatal jika tidak segera ditangani.
Jika seseorang mengalami nyeri dada dan menganggapnya sebagai maag, hal ini dapat menyebabkan komplikasi serius jika sebenarnya terjadi serangan jantung. Oleh karena itu, lebih baik untuk memeriksa kemungkinan masalah jantung terlebih dahulu. Selain itu, semakin tua usia seseorang, semakin besar kemungkinan nyeri dada yang dialami merupakan masalah jantung.
Untuk mengatasi refluks asam lambung, diperlukan perubahan gaya hidup seperti menghindari makan tidak teratur atau tidak tepat waktu, makanan berminyak, kopi, alkohol, serta menjaga berat badan dan mengonsumsi makanan yang seimbang. Dengan demikian, diharapkan dapat mengurangi risiko terjadinya maag dan mencegah terjadinya serangan jantung.
- Musim Hujan, Yuk Tingkatkan Imunitas dengan Minuman Kaya Vitamin C - January 20, 2025
- 5 Cara Menurunkan Tekanan Darah Tinggi dengan Kilat di tempat Rumah, Bisa Minum Teh Hijau - January 20, 2025
- Waktu Terbaik Olahraga untuk Kendalikan Gula Darah, Penderita Diabetes Wajib Tahu! - January 20, 2025
- Apakah Penderita Asam Lambung Boleh Minum Susu? Ini adalah Penjelasannya - December 24, 2024
- Panduan Diet Seimbang: Hindari Sugar Craving serta Capai Berat Badan Ideal - December 2, 2024











