Panduanjerawat.com – JAKARTA, Kasus cacar monyet di Afrika baru-baru ini telah ditetapkan sebagai keadaan darurat kesehatan global oleh WHO karena jumlah kasusnya telah melampaui tahun sebelumnya. Hal ini menimbulkan keprihatinan bagi Indonesia yang perlu mewaspadai gejala penyakit ini untuk mencegah penularannya.
Salah satu ciri khas cacar monyet adalah adanya pembesaran kelenjar getah bening. Namun, gejala ini seringkali mirip dengan cacar air dan campak. Lantas, apa yang membedakan gejala cacar monyet dengan kedua penyakit tersebut? Berikut ini adalah penjelasannya dari Rumah Sakit Pondok Indah Jakarta.
Penderita cacar air biasanya mengalami demam hingga 39 derajat celcius dengan munculnya ruam pada hari pertama atau kedua infeksi. Ruam ini dimulai dengan makula, papula, vesikel-pustul, hingga pustul dan krusta. Ciri khas cacar air adalah ruam yang sangat gatal dan jarang menyebabkan kematian.
Sementara itu, penderita campak juga mengalami demam tinggi hingga 40,5 derajat celcius dengan ruam yang muncul setelah hari kedua hingga keempat. Ruam ini dapat muncul di seluruh tubuh, mulai dari kepala hingga tangan dan kaki. Ciri khas campak adalah adanya bercak putih di area mulut yang disebut koplik spots. Risiko kematian dari campak tergantung pada kondisi masing-masing penderitanya.
Namun, ruam pada kulit juga dapat disebabkan oleh infeksi bakteri, scabies, sifilis, maupun alergi terhadap obat-obatan. Oleh karena itu, penting untuk membedakan gejala cacar monyet dengan penyakit lainnya agar dapat segera dilakukan penanganan yang tepat.
- Ciputra Hospital Surabaya Miliki Alat Modern Skrining untuk Kanker Payudara - December 21, 2024
- Rebusan Daun Apa yang mana Bisa Menghancurkan Batu Ginjal? - November 29, 2024
- 4 Efek Samping Terlalu Banyak Makan Garam, Waspada Hipertensi hingga Serangan Jantung - October 19, 2024
- Pemula Dapat Mulai Latihan Angkat Beban dengan Panduan Ini - September 12, 2024
- Klinik Terbaru di Serang Mulai Beroperasi, Fasilitas Kesehatan Lebih Mudah Diakses - September 12, 2024











