Panduanjerawat.com – Jakarta, Susu ikan kini menjadi perbincangan hangat di kalangan masyarakat. Hal ini dikarenakan susu ikan dipilih sebagai salah satu opsi dalam program makan siang gratis yang diusung oleh Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka. Bahkan, susu ikan juga disebut sebagai alternatif susu sapi. Produk inovasi anak bangsa ini pertama kali diperkenalkan oleh Kementerian Kelautan dan Perikanan bekerja sama dengan Kementerian Koperasi dan UKM. Namun, apakah benar susu ikan dapat menggantikan susu sapi?
Konsultan dan ahli gizi, Dr. Rita Ramayulis, menjelaskan bahwa sebenarnya susu ikan tidak dapat disamakan dengan susu sapi karena keduanya memiliki kandungan dan gizi yang berbeda. Meskipun demikian, susu ikan dapat dibuat menyerupai susu sapi melalui proses industri tertentu. Namun, menurut Dr. Rita, hal tersebut tidak perlu dilakukan. Sebab, jika tujuan pemerintah adalah untuk mendorong masyarakat mengonsumsi makanan bergizi, susu bukanlah satu-satunya pilihan. Makanan bergizi adalah makanan yang memiliki gizi seimbang yang bisa didapatkan dari berbagai jenis makanan, bukan hanya susu.
Dr. Rita menyarankan pemerintah untuk menyelaraskan program pemberian susu dengan edukasi tentang pentingnya mengonsumsi pangan lokal yang tidak melalui proses pengolahan industri. Sehingga, jika terjadi kekurangan susu, program tersebut dapat diselaraskan dengan pangan lokal yang ada. Menurut Dr. Rita, tidak perlu dipaksakan untuk menciptakan sesuatu yang menyerupai susu sapi. Hal ini karena susu ikan tidak dapat menggantikan susu sapi secara tepat. Namun, jika disebut sebagai minuman bergizi yang dapat melengkapi makanan bergizi, tidak ada masalah dengan itu.
- Peran Ibu dalam Mempertahankan Kesehatan Gigi dan Mulut Anak Sangat Vital - September 12, 2024
- Kontroversi Mandi Usai Berolahraga: Apa Kata Dr. Tirta dari Channel YouTube @tirtapengpengpeng? - September 12, 2024
- Beda Begadang dan Kurang Tidur, Ini Penjelasan Dr Tirta - September 12, 2024
- Susu Ikan Dapat Digunakan Sebagai Pengganti Susu Sapi? Program Makan Gratis Menjadi Sorotan Publik - September 12, 2024
- Brawijaya Healthcare Meriahkan HUT ke-18 dengan Happy, Healthy & Fun: Mengupas Tuntas Isu Kesehatan - September 12, 2024