4. Hindari Makanan Tinggi Karbohidrat
Makanan yang tinggi karbohidrat seperti nasi, roti, dan pasta dapat menyebabkan lonjakan gula darah. Daripada mengonsumsi makanan tinggi karbohidrat, pilih makanan yang kaya serat dan rendah karbohidrat seperti sayuran hijau, kacang-kacangan, dan buah-buahan.
5. Konsumsi Protein dan Lemak
Makan protein dan lemak sehat dapat membantu mengurangi lonjakan gula darah. Pilih sumber protein seperti telur, daging tanpa lemak, dan kacang-kacangan. Sementara itu, konsumsi lemak sehat seperti alpukat, ikan salmon, dan minyak zaitun juga dapat membantu mengendalikan gula darah.
6. Konsumsi Cuka
Menambahkan cuka pada makanan dapat membantu mengurangi lonjakan gula darah. Sebuah penelitian tahun 2018 menemukan bahwa konsumsi cuka sebelum makan dapat mengurangi gula darah setelah makan sekitar 20 persen pada orang yang menderita diabetes tipe 2.
7. Hindari Minuman Manis
Minuman manis seperti soda, jus buah, dan minuman olahraga dapat menyebabkan lonjakan gula darah. Pilih air putih sebagai minuman utama dan hindari minuman manis yang dapat meningkatkan risiko diabetes tipe 2.
8. Hindari Makanan Olahan
Makanan olahan seperti kue, kue kering, dan makanan ringan mengandung banyak gula dan karbohidrat yang dapat menyebabkan lonjakan gula darah. Hindari makanan olahan dan pilih camilan sehat seperti buah-buahan atau kacang-kacangan.
Panduanjerawat.com – Mengendalikan lonjakan gula darah setelah makan dapat menjadi tantangan bagi penderita diabetes karena dapat meningkatkan risiko komplikasi yang berbahaya. Menurut panduan dari Federasi Diabetes Internasional dan Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit, kadar gula darah tidak boleh melebihi 140-180 mg setelah makan.
Lonjakan gula darah sering terjadi setelah makan, terutama pada penderita diabetes, namun juga berbahaya bagi orang yang belum mengidap penyakit ini. Risiko lonjakan gula darah meningkat saat seseorang mengonsumsi makanan tinggi karbohidrat atau makanan dengan indeks glikemik tinggi, makan tidak teratur, atau dalam jumlah besar.
Setelah mengonsumsi makanan kaya karbohidrat, kadar gula darah akan meningkat. Pankreas akan melepaskan insulin untuk mengendalikan lonjakan gula darah. Namun, jika insulin yang dilepaskan tidak cukup, seseorang dapat rentan terhadap diabetes tipe 2 yang dapat meningkatkan risiko serangan jantung, memengaruhi fungsi ginjal, dan menyebabkan berbagai penyakit lainnya.
Lonjakan gula darah setelah makan yang disebut post prandial, dapat dicegah dengan melakukan beberapa langkah sederhana. Berikut adalah 8 cara praktis mencegah lonjakan gula darah setelah makan yang dilansir dari Times of India, Selasa (3/9/2024).
1. Makan Lebih Banyak Serat
Serat dapat menambah volume makanan dan tidak terurai, sehingga memperlambat penyerapan glukosa dalam aliran darah dan mencegah lonjakan gula darah. Menurut Journal of Chiropractic Medicine, orang yang mengonsumsi serat sereal tertinggi memiliki risiko lebih rendah untuk mengembangkan diabetes tipe 2.
2. Berjalan-jalan Setelah Makan
Berjalan-jalan setelah makan dapat memberikan manfaat bagi pengendalian gula darah. Menurut sebuah studi tahun 2022 dalam jurnal Sports Medicine, hanya berjalan selama dua menit atau berdiri setelah makan dapat membantu mengendalikan gula darah. Studi lain yang diterbitkan dalam jurnal Diabetology and Metabolic Syndrome juga menunjukkan bahwa olahraga setelah makan lebih efektif daripada olahraga satu kali sehari dalam mengendalikan gula darah pada pasien diabetes tipe 2.
3. Kurangi Porsi Makan
Makan dalam porsi besar dapat menyebabkan lonjakan gula darah yang lebih tinggi, karena mengonsumsi lebih banyak karbohidrat. Sebaiknya, makan beberapa kali dalam porsi kecil daripada satu kali makan besar.
4. Hindari Makanan Tinggi Karbohidrat
Makanan tinggi karbohidrat seperti nasi, roti, dan pasta dapat menyebabkan lonjakan gula darah. Daripada mengonsumsi makanan tersebut, pilih makanan yang kaya serat dan rendah karbohidrat seperti sayuran hijau, kacang-kacangan, dan buah-buahan.
5. Konsumsi Protein dan Lemak
Makan protein dan lemak sehat dapat membantu mengurangi lonjakan gula darah. Pilih sumber protein seperti telur, daging tanpa lemak, dan kacang-kacangan. Sementara itu, konsumsi lemak sehat seperti alpukat, ikan salmon, dan minyak zaitun juga dapat membantu mengendalikan gula darah.
6. Konsumsi Cuka
Menambahkan cuka pada makanan dapat membantu mengurangi lonjakan gula darah. Sebuah penelitian tahun 2018 menemukan bahwa konsumsi cuka sebelum makan dapat mengurangi gula darah setelah makan sekitar 20 persen pada penderita diabetes tipe 2.
7. Hindari Minuman Manis
Minuman manis seperti soda, jus buah, dan minuman olahraga dapat menyebabkan lonjakan gula darah. Sebaiknya, pilih air putih sebagai minuman utama dan hindari minuman manis yang dapat meningkatkan risiko diabetes tipe 2.
8. Hindari Makanan Olahan
Makanan olahan seperti kue, kue kering, dan makanan ringan mengandung banyak gula dan karbohidrat yang dapat menyebabkan lonjakan gula darah. Sebaiknya, hindari makanan olahan dan pilih camilan sehat seperti buah-buahan atau kacang-kacangan.
- Pilihan Utama Mempertahankan Kesejahteraan Tubuh: NK Health Hadirkan Layanan Fisioterapi Berkualitas di tempat Bintaro - April 10, 2025
- HaloAnak Diluncurkan, Permudah Orang Tua Akses Konsultasi Bidang Kesehatan Anak - April 10, 2025
- 7 Kue Lebaran yang tersebut Tinggi Kolesterol, Lezat tapi Picu Permasalahan Aspek Kesehatan - April 10, 2025
- Dexa Medica Rayakan 25 Tahun Kontribusi untuk Kesejahteraan Warga Kamboja - April 10, 2025
- 3 Makanan Lebaran yang mana Menyebabkan Kolesterol Tinggi, Waspadai Konsumsinya - April 9, 2025











